
Ini adalah buku pertama yang ku coba membagi nya untuk ku renungkan sendiri. Tentunya bukan buku pertama yang ku baca. Ayolah, bahkan ketika sepupu-sepupuku memilih naik pohon jambu di siang hari aku lebih suka membaca sendirian- itulah mengapa aku tidak bisa memanjat lebih tinggi daripada mereka-. jadi mungkin ini buku yang kesejuta. ehiahaiahiahaia. hiperbol.
Good In Bed.
hummm..sounds like sex? yes it is! not at all sih :D
Namanya Cannie. lengkapnya Candance Saphiro. wartawan di sebuah majalah di kota Philadelphia (eh kota apa negara bagian sih?:D )
Hidup Cannie awalnya baik-baik saja. berlangsung sangat mulus dan tanpa komplain sampai suatu hari sahabatnya, Samantha, menunjukkannya sebuah artikel dari majalah dewasa lain di philadelphia yang di tulis oleh mantan pacar Cannie yang baru putus 3 bulan lalu. nah, yang jadi masalah Cannie sampai ingin membunuh mantan pacarnya itu adalah judul dari artikel nya : Mencintai wanita berisi. dan kolom yang diisi Bruce-nama si mantan- adalah Good In Bed. kolom tentang perjalanan harian seorang pria di ranjang. oya, lupa bilang ding kalau Cannie adalah seorang wanita berusia 28 tahun dengan yeah you can say..bobot lebih :D awalnya sih dia ga masalah dengan semuanya, sampai ya itu si Bruce nulis di tabloid nasional tentang dia!
isi artikel nya tentang perjalanan cinta bruce himself dengan mantan pacarnya yang berbobot. dan pake inisial C lagi! jelas-jelas orang-orang terdekat Cannie tau kalau C adalah Cannie.
Dia marah, mendatangi&mengatai Bruce sebagai "kecil", usaha datang ke sebuah kursus menguruskan badan (dengan dokter K yang sangat perhatian tapi tidak diperdulikannya karena terus menerus menghadapi tekanan mental karena kegemukannya), naksir cowok tapi si cowok hanya mau berteman, banyak hal-hal lain deh dan dia semakin depresi, tapi ah guess what? setelah dia membaca benar apa artikel Bruce ternyata dia salah tafsir! Bruce menulis betapa ukuran tidak menjadi masalah karena dia mencintai Cannie.
Betapa menyesal cannie. kemudian berbulan-bulan dia menghabiskan waktu untuk meminta Bruce kembali padanya, tapi Bruce menolak. meski saat ayah Bruce meninggal mereka sempat bercinta lagi tapi bukan berarti keinginan Cannie untuk kembali terwujud. ouh, poor Cannie.
Dan setelah dia menyadari betapa malang nasibnya justru Tuhan (atau si penulis ?) memberinya sebuah kejutan. secara tidak sengaja dia bertemu dengan seorang artis terkenal, Maxi Ryder. atas nama solidaritas putus cinta akhirnya mereka berteman, bahkan bersahabat sampai akhir cerita!
Dunia pun berbalik mencintainya. tapi oh oh oh, this is life..ternyata Cannie hamil! dia mengalami depresi untuk kesekian kalinya. tapi kemudian dia berniat mengurusi kandungannya dan ingin merawat anaknya-dengan atau tanpa Bruce-. karena memang Bruce sudah menemukan pengganti Cannie. bahkan surat Cannie yang memberitahukan bahwa dia hamil pun tidak ditanggapi sama sekali. laki-laki!
seiring berjalannya waktu, kesibukan akan kehamilan, kebingungan urusan finansial dsb dsb Cannie mendapat kejutan lagi! dia pernah menulis naskah cerita. saat dia mabuk bersama Maxi dia menyerahkan naskah itu ke Maxi. dan bayangkan, naskah itu diterima sebuah rumah produksi! wah menyenangkannya hidup Cannie. selama berbulan-bulan dia tinggal di California dengan mewah sambil menulis skenario untuk naksahnya.
Setelah pulang ke philadelphia, di bandara secara kebetulan dia bertemu Bruce&pacar barunya yang akan berlibur. mereka terlibat petengkaran. tapi Cannie tidak mau mengurusi. saat dia ke kamar mandi dia di hadang oleh pacar baru Bruce, aduh aku sampai ikut geram baca bagian itu! menyebalkan sekali! dan..dan..dan Cannie jatuh! pendarahan sampai akhirnya bayinya yang kecil mungil terpaksa di lahirkan dengan bedah caesar. lebih malang lagi rahim Cannie haus diangkat :(
Cannie melahirkan bayi prematur yang menurutnya mirip buah jeruk. dia depresi lagi. dia sangat membenci Bruce.
sampai akhirnya dia bertemu lagi dokter K yang ternyata mencintainya & Samantha, Maxi, Ibu&adik-adiknya yang selama ini di abaikannya.
Cannie berhasil melewati masa sulit dalam hidupnya, anaknya tumbuh sehat dan diberi nama JOY- kebahagiaan dalam hidupnya. dan dia menemukan cinta dan berat badannya kembali. meski dia kembali gemuk baginya tidak masalah. untuk kali ini, Size doesnt matter. banyak hal yang lebih penting daripada mempermasalahkan tubuh. dia punya Joy, dr. K, sahabat&keluarga. Cannie belajar banyak. begitu pula aku. ^^
Cannie lahir dari keluarga broken home. orang tua nya cerai. sejak kecil ayahnya adalah masa lalu terpahit nya. karena meninggalkan keluarga. bahkan sebelum pergi&menikah dengan orang lain pun dia tidak pernah bersikap baik pada anak-anaknya(Cannie dan dua adiknya). setelah mereka bercerai banyak hal semakin sulit bagi Cannie. salah satunya adalah..Ibunya menjadi lesbian pada usia 56 tahun! dan pasangannya itu baru 30-an umurnya. menyebalkan. perokok berat. dan merebut seluruh perhatian ibunya.
dari seluruh kejadian yang Cannie alami, masa lalunya-kebenciannya pada ayahnya-kejengkelannya pada ibunya-kisah cintanya-berat badannya-teman sekantornya-, semua memberi gambaran bahwa dunia tidak seramah yang kita kira. bukankah memang begitu? tapi apapun badai yang menerjang, selalu ada pelangi sesudahnya. meski besar kemungkinan setelahnya akan ada hujan lagi. tapi bukankah roda berputar?
apapun itu, jangan takut berharap. dan jangan mem-fokuskan diri pada kekurangan kita. karena banyak hal yang bisa lebih kita sorot untuk menjadikan hidup kita lebih baik. dan satu lagi, meski bagaimana pun juga..jangan lupakan orang-orang di sekitar yang mencintaimu. mereka adalah tiang untuk berpegang, tembok untuk bersandar, payung untuk berteduh dan selimut jika kau kedinginan.
oke?
dont give up!
Tidak ada komentar:
Posting Komentar