
Duh...so many things i've should say about this Dai Sijie's book. Amazing. Charming. Fascinating. Mesmerizing. Captivating. Lho kok lagune Dashboard Conv?hehe.
buku ini aku baca dah beberapa waktu lalu. tapi getar nya masih terasa. awal pinjem aku sih biasa aja. just because for me membaca sama dengan tidur. i need so much. tapi ternyata setelah hanyut dalam baca rasanya nggak mau berhenti. >.< . cerita ini diambil dari masa ketua Mao masih berkuasa (sambil membungkukkan badan sedikit-sedikit saja ya ketua :p). 1971. pada waktu itu semua anak intelektual di kota harus di "didik ulang". bahasa kasarnya sih di kirim ulang ke pedesaan. kayak KKN gitu. tapi lebih parah lah. apalagi bagi anak yang orang tua nya dianggap berbahaya. belum tentu mereka bisa pulang. buku ini mengambil sudut pandang pertama sebagai pelaku cerita, yaitu si Aku. Aku adalah seorang anak dokter terkenal di kota. tapi karena terkena program ketua Mao itu lah dia dikirim ke desa. bapak nya dianggap intelektual borjuis musuh rakyat (duh, inget anak-anak sekre). Aku dikirim ke desa bersama sahabatnya, Luo. anak seorang dokter gigi yang mengaku pernah mengobati gigi ketua Mao pada masyarakat sehingga di cap sebagai reaksioner.walhasil, mereka berdua punya harapan yang sangat tipis sekali bisa pulang ke keluarga mereka. karena persamaan nasib itulah mereka sangat sangat bersahabat. apapun mereka hadapi bersama. adaptasi dalam desa yang kepala desa nya sangar. penduduknya yang juga revolusioner. pokoknya cara mempertahankan kemanusiawian mereka mereka lakukan bersama. Aku pandai memainkan biola. dan Luo pandai bercerita. masing-masing dari mereka punya kelebihan untuk bertahan dalam masa sulit seperti itu. sampai suatu ketika sang sejarah mempertemukan mereka dengan seorang gadi kecil anak penjahit ternama di daerah itu. mereka berdua sama-sama jatuh hati. tapi akhirnya cuma Luo yang berhasil mendapatkan hati sang gadis. tapi hal itu tidak membuat persahabatan mereka rusak. karena Aku pandai menyembunyikan perasaan demi kebahagiaan sahabatnya. Aku&Luo punya teman seperjuangan lain tapi beda desa. mereka menyebutnya Mata empat, karena pemuda itu memakai kaca mata. Suatu saatu waktu mereka menginap di rumah pondokan Mata empat Aku menemukan koper tua mencurigakan. mereka mengira-ngira buku lah yang di dalam koper itu. karena pada masa itu hanya buku bersifat revolusioner saja yang diperbolehkan, selebihnya hanya jadi bacaan borjuis yang patut di musnahkan. ternyata benar, koper itu berisi banyak buku sastra abad 19 dari Eropa. misal Balzac, Dicken,dumas,Tolstoy dalam terjemahan cina. karena suatu peristiwa yang menyebabkan Empat mata mendapat bantuan mereka berdua akhirnya Empat mata meminjamkan buku-buku itu pada Aku&Luo. mereka senang sekali. hari-hari, tentunya saat istirahat setelah kerja keras di ladang desa, mereka habiskan waktu dengan membaca buku-buku itu. dan Luo juga membagi kisah nya pada gadis cilik anak petani eh salah anak penjahit itu (koes plus kalee). berbagai hal mereka lalui bersama. tapi kesetiaan Aku terhadap Luo sebagai sahabat ga pernah luntur. meski pernah ada kesempatan buat mengambil sang gadis dari tangan Luo, tapi Aku tidak melakukannya. sampai suatu saat sang gadis memilih pergi meninggalkan desa untuk pergi ke kota karena pikirannya terbuka setelah mendapat banyak cerita Luo tentang Balzac yang lebih moderat. Duh, aku kehabisan kata-kata nih (ato mmg males nulis). intinya... cari sendiri dan baca aja deh
Tidak ada komentar:
Posting Komentar