
Oke, i like this kind of books. seperti yang sudah-sudah. misal Balzac and the little chinese seamstress; Princess of spices; life of Pi, ya semacam itulah..
cerita ini menggambarkan tige generasi yang sedang mencari jati diri. Nenek, Ibu & Cucu.
Diawali dari kisah Ruth, si cucu yang sedang mengalami banyak masalah kehidupan. ya cinta, hubungannya dengan seorang duda beranak dua, dan masalah-masalah lain, sampai suatu saat ketika dia tidak sengaja membuka laci meja nya yang ga pernah dia buka dia nemu kertas-kertas catatan ibu nya yang di tulis dalam huruf cina yang telah lama dia lupakan karena kesibukan. dan dari situlah semua masa lalu kembali terungkap.
Luling Young adalah nama Ibu Ruth. dia terlahir dari sebuah hubungan haram-actually this is not a right terminology- antara gadis anak seorang tabib tulang terkenal di sebuah desa bernama "jantung abadi" dengan seorang tuan muda dari sebuah keluarga pengusaha tinta ternama. pada saat mereka hampir menikah, sang pengantin pria & ayah sang gadis harus mati karena ulah seorang tukang jual peti mati yang mencintai gadis itu dengan menyamar sebagai perampok. cuma sang gadis lah yang tau bahwa si tukang peti mati itu pelakunya, dan ketika dia mengatakan hal itu kepada orang-orang termasuk keluarga tuan muda dia malah dianggap gila. karena tukang peti itu termasuk orang terpandang. sampai dia depresi dan menyiramkan tinta panas ke wajahnya sehingga wajahnya yang cantik menjadi buruk rupa serta menjadi bisu karena lidahnya juga rusak.
ternyata eh ternyata sang gadis hamil, karena memang sebelum hari pernikahan dia dan tuan muda udah begituan. dan lahir lah Luling. karena keluarga itu masih mau mengakui itu anak tuan muda maka Luling dianggap sebagai anak oleh kakak tertua dari keluarga tersebut, dan sang gadis di jadikan ibu asuh nya agar keluarga itu tidak repot mengasuh Luling. Luling memanggilnya , Bao Bomu, Bibi tersayang.
day by day, year passed by, sampai Luling di jodohkan dengan anak si tukang pebuat peti mati. padahal Bibi tersayang sudah menulis bahwa ia adalah ibu dari Luling dan menceritakan bahwa pembuat peti mati itu yang membunuh ayah&kakeknya, tapi Luling tetap tidak mau menggubrisnya. bahkan dia ga mau baca tulisan bibi. sampai akhirnya Bibi bunuh diri & Luling mengetahui segalanya. dia mmg ga jadi nikah ma anak pembuat peti itu, tp dia terlanjur membuat bibi bunuh diri dan mayatnya di buang di jurang belakang rumah oleh keluarga besar itu. sampai tua hal itu tetap jadi penyesalan terbesar Luling.
Setelah Bibi tersayang meninggal, dia dikirim ke panti asuhan. berbagai macam gejolak dari jamannya mengantar Luling dan adik sepupunya bernama Gaoling sampai di Amerika. tempat mereka bertemu dua bersaudara Young yanga akhirnya menikahi mereka.
Tapi sayang, Luling menikah dengan anak pertama keluarga Young yang malang karena meninggal saat Ruth masih kecil. jadilah dia janda dan menghidupi Ruth dari kemampuannya sendiri. dalam kesendirian dan dalam ketakutannya pada kutukan yang akan terjadi dalam keluarganya yang di wariskan oleh Bibi tersayang.
sepanjang hidup Ruth tidak mengetahui kenapa Ibu nya begitu menyebalkan dengan ketakutannya akan takdir. setelah berhasil menerjemahkan semuanya dia mulai mengerti perjalanan hidup Ibu nya yang sangat tidak mulus.
Di usia Luling yang sangat senja dan terancam penyakit Alzheimer Ruth baru memahami pula arti Ibu bagi kehidupannya. sebelum semua terlambat mereka masih bisa saling memaafkan. kembali berjalan ke masa depan, menghimpit sebisa mungkin segala ketakutan dan tidak melupakan masa lalu melainkan menjadikannya sebagai tonggak untuk selalu menjadi lebih baik.
:)

